Zakat Sebagai Sarana Pemersatu Umat

Allah SWT berfirman: “Dan dalam harta mereka terdapat hak kaum fakir miskin yang meminta maupun yang tidak meminta.” (QS. Ad-Dzariyat: ayat 19).


manfaat zakat dan sedekah
image by: sedekah.id

Zakat adalah rukun Islam yang ketiga, yang mencakup zakat fitrah (berupa makanan pokok) dan zakat mal (zakat harta). Oleh karenanya melaksanakan kewajiban zakat haruslah dipandang sebagaimana melaksanakan rukun Islam lainnya. Perintah zakat dalam Al-Quran disejajarkan dengan perintah sholat.

Di zama kekhalifahan Abu Bakar Shidiq, ia bertekad memerangi orang yang memisahkan antara kewajiban zakat dan sholat.

Zakat adalah hak fakir miskin dan para mustahik (golongan yang berhak menerima zakat) lainnya, yang terdapat pada harta muzakki (orang yang berzakat). Pelaksanaan zakat tidak hanya bergantung kepada kesadaran muzakki untuk membayar zakat, namun juga merupakan tanggung jawab amil (panitia zakat) untuk memungut dan mendistribusikannya dengan benar dan tepat.

Zakat bukannya sekedar meringankan beban fakir miskin, tetapi juga bertujuan untuk menanggulangi atau meminimalisasi kemiskinan dan mengusahakan agar para fakir miskin dapat cepat memperbaiki dan meningkatkan taraf hidupnya. Oleh karena itu, selain berfungsi sebagai ibadah, zakat juga berfungsi untuk memperkecil kesenjangan antara si kaya dan si miskin.

Zakat mempunyai dampak kemashlahatan yang tinggi, baik bagi muzakki, mustahik, maupun masyarakat secara keseluruhan. Dengan berzakat, para muzakki berusaha membersihkan, menyucikan dan mengembangkan hartanya, membersihkan dirinya dari sifat bakhil dan rakus, dan yang terutama adalah sebagai perwujudan ketaatan dan ketundukan akan perintah Allah.
Diterimanya zakat oleh para mustahik, baik untuk konsumsi maupun usaha merupakan cerminan rasa solidaritas yang tinggi dari orang-orang yang mampu.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »